GAMKI Kabupaten Bekasi: Keberagaman Modal Persatuan, Bukan Sumber Perpecahan

Terkini 03 Sep 2026 18:13 2 min read 229 views By Berindonews.my.id

Share berita ini

GAMKI Kabupaten Bekasi: Keberagaman Modal Persatuan, Bukan Sumber Perpecahan
GAMKI Kabupaten Bekasi: Keberagaman Modal Persatuan, Bukan Sumber Perpecahan

Kabupaten Bekasi, Berindonews|


Gerakan Angkatan Muda Kristen Indonesia (GAMKI) Kabupaten Bekasi menegaskan keberagaman agama, budaya, dan latar belakang masyarakat di daerah ini adalah kekuatan yang harus dipelihara, bukan hal yang dipertentangkan. Organisasi kepemudaan ini mendorong peran aktif generasi muda sebagai garda terdepan dalam menjaga kerukunan antarwarga.

Ketua DPC GAMKI Kabupaten Bekasi, Amy Oktavia, menyampaikan pandangan tersebut saat ditemui awak media di Cikarang Selatan, Rabu (2/9/2026). Menurutnya, masyarakat Kabupaten Bekasi yang sangat heterogen membutuhkan komitmen bersama agar hubungan antarumat beragama tetap harmonis.

"Bagi kami di GAMKI, keberagaman bukan sesuatu yang harus dipertentangkan, melainkan harus jadi kekuatan persatuan. Dan perbedaan itu merupakan kekayaan yang harus kita jaga bersama. Kita ingin generasi muda memahami bahwa berbeda keyakinan bukan berarti berbeda dalam membangun persaudaraan," ujar Amy.

Ia menekankan, menjaga keberagaman tidak cukup hanya mengandalkan pemerintah atau tokoh agama. Organisasi kepemudaan memiliki peran strategis membangun dialog dan menumbuhkan rasa saling menghormati.

"Anak muda adalah generasi penerus masyarakat Kabupaten Bekasi. Karena itu, nilai toleransi, penghormatan terhadap perbedaan, dan semangat persaudaraan harus terus ditanamkan," katanya.

GAMKI berkomitmen menjadikan organisasi sebagai ruang belajar bagi pemuda untuk berinteraksi dan bekerja lintas kelompok. Pendekatan ini dinilai penting agar keberagaman tidak sekadar wacana, melainkan terwujud dalam kehidupan sehari-hari.

Prasangka antarwarga, kata Amy, sering muncul karena kurangnya komunikasi. Membangun ruang interaksi yang terbuka menjadi kunci mengurangi sekat-sekat perbedaan.

"Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa saling mengenal. Kalau kita sudah saling mengenal, kita akan lebih mudah memahami perbedaan dan menghormati keyakinan masing-masing. Dari sana akan tumbuh kepercayaan dan persaudaraan," jelasnya.

Lebih jauh, kerukunan sosial juga menjadi modal pembangunan. Stabilitas akibat keberagaman yang terawat menciptakan lingkungan yang kondusif bagi pertumbuhan ekonomi dan kemajuan daerah.

"Kerukunan itu bukan berarti semua orang harus sama. Kerukunan justru berarti kita mampu hidup berdampingan dalam perbedaan. Ini yang harus terus kita rawat di Kabupaten Bekasi," tegasnya.

GAMKI Kabupaten Bekasi pun membuka diri untuk berkolaborasi dengan organisasi kepemudaan, komunitas, tokoh agama, dan seluruh elemen masyarakat yang memiliki semangat serupa.

"Kami siap bekerja sama dengan siapa pun yang ingin menjaga toleransi dan keberagaman. Kita mungkin berbeda keyakinan, tetapi punya tanggung jawab yang sama: menjaga kedamaian dan membangun Kabupaten Bekasi menjadi tempat yang nyaman bagi semua," pungkas Amy.

 
(Red) 

Komentar (0)

Belum ada komentar.

PT. BERINDONEWS SEJAHTERA MANDIRI

Recent Articles

Popular Articles